Category Archives: My Secret

Tentang Dia

Standar

Satu minggu lagi ujian semester akan di adakan. Jika hal itu benar, artinya waktu perpisahan yang sesungguhnya bagi kami tinggal menghitung minggu.

Sebenarnya aku bersikap seolah-olah aku sudah tidak menyayanginya, aku membencinya, aku sudah tidak peduli lagi dengannya, itu semua hanya pura-pura. Ya, itu semua hanya pura-pura. Tujuannya ? Tujuannya agar rasa suka dan sayangku ke dia tidak terlalu nampak, karena jika sampai hal itu masih sangat nampak, maka aku akan kelihatan seperti orang yang sangat menyedihkan karena masih mengharapkan orang yang belum tentu masih mengharapkannya juga.

Ya, itulah diriku. Menyedihkan bukan ?

Kembali ke topik. Ujian semester tinggal dua minggu. Beberapa bulan yang lalu dia sempat bilang kalau sesudah semester dia akan pindah ke Kalimantan. Entah itu hanya gurauannya saja atau itu sungguh-sunggu. Soalnya waktu semester satu dia juga pernah mengatakan hal yang sama, tapi sampai sekarang dia masih ada di Selayar.

Tapi mungkin kali ini dia bersungguh-sungguh. Entahlah. Tapi aku harap, sekalipun dia bersungguh-sungguh, hal itu tidak perlu terjadi. Karena aku tidak ingin berpisah dengannya.

Tidak melihat dan berbicara dengannya saja sudah membuatku merasa hampir gila karena memikirkannya. Apalagi ini harus berpisah dengan jarak ratusan kilometer dan entah kapan bisa bertemu lagi.

Tapi seandainya hal itu benar-benar terjadi, mungkin hal ini merupakan yang terbaik buatku.

Salah satu cara tercepat untuk benar-benar melupakan seseorang adalah menjauh darinya. Jadi, salah satu di antara kami harus pergi. Jika bukan dia, maka aku yang harus pergi.

Tapi tidak akan pergi kemana-mana. Karena satu-satunya alasan yang bisa membuatku pindah sekolah adalah dengan membuat masalah. Masalah apa yang harus ku perbuat untuk pindah sekolah hanya untuk menghindarinya ??

Jadi aku memutuskan untuk tetap bertahan dengan kondisi seperti ini dan berharap dengan berjalannya waktu, maka perasaanku ke dia akan berkurang bahkan hilang.

Ya, aku hanya bisa berharap. Walaupun sampai detik ini harapan itu belum terkabul juga.

Suatu saat nanti. Mungkin.

Iklan

Awal Baru, Cerita Baru

Standar

Awal pertama kali aku kenal dengan yang namanya Super Junior, aku pikir euforia kegilaan tentang mereka akan bertahan lama. Mengikuti perkembangan terbaru dari mereka, mencari fakta-fakta unik dan menarik dari mereka, serta mempelajari dan memahami kebiasaan mereka adalah hal-hal yang ku lakukan saat pertama kali aku mengenal mereka.

Tapi sekarang, setelah hampir satu bulan aku terpisah dari jaringan internet, tampaknya hal-hal yang dulu ku anggap menyenangkan kini tidak terlalu menyenangkan lagi. Dulu, membaca berita dan fakta-fakta tentang mereka adalah hal yang sangat menarik untuk dilakukan, tapi sekarang hal itu sangat membosankan.

Kesukaanku akan Korea sudah tidak seperti dulu lagi. Kegilaanku terhadap Super Junior juga tidak seperti dulu lagi. Dan juga kefanatikanku tinggal Super Junior juga tidak seperti dulu lagi.

Walaupun aku tetap akan mencintai dan menyayangi mereka sampai kapan pu. Karena itu merupakan sumpah dan janjiku pada diri sendiri saat pertama kali mengklaim diriku sendiri menjadi seorang E.L.F. Aku memegang teguh apa yang dikatakan oleh Siwon, “Janganlah menjadi E.L.F dari awal, tapi jadilah E.L.F sampai akhir.”. Aku memang tidak menjadi E.L.F dari awal, tapi aku berjanji akan menjadi E.L.F sampai akhir.

Tapi semua hal-hal lebay yang ku lakukan dulu dan baru ku sadari hari ini tidak akan kulakukan lagi.

Dan, hari ini aku akan membuka awal baru bagi blogku tercinta ini yang sudah berabad-abad tidak pernah buka. (cat : kelebayanku tetap tidak akan hilang permanen).

Aku sebenarnya punya blog, tapi blog yang satunya sudah diketahui sama guruku, jadi di situ sudah tidak terlalu bebas menceritakan kisah pribadiku.

Tapi aku lihat blog ini statistiknya mulai menurun. Peminatnya mulai berkurang. Jadi aku memutuskan untuk menuliskan sebagian cerita-cerita yang tidak harus dan tidak boleh sama guru-guruku di sini.